Kamu kenapa?
Aku butuh pundakmu… telingamu… hatimu…
Hei… ada apa?
Aku tidak mampu! Aku lelah… sudah cukup dengan semua ini! Aku lelah…
…
Jangan beri aku pandanganmu yang penuh rasa kasihan itu
…
Jangan juga beri aku diammu
…
Semua yang aku alami belakangan ini! Complicated…
Lalu…
Aku sempat terpikir kalau aku…
Apa? Jangan pernah berpikir untuk bunuh diri
…
Hei… engga kan?
…
God! Berarti apa yang aku rasakan waktu itu tidak salah sama sekali
Maksudmu?
Mimpi itu
Kamu mimpi apa? Ceritakan padaku…
Aku sudah menceritakannya padamu. Entah itu tempat apa, tapi penuh sekat.
Seperti labirin?
Iya… kurang lebih! Lalu… tiba-tiba aku melihatmu berjalan dan mendekatiku. Begitu wajahmu begitu dekat dan tampak jelas, kamu hanya memandangku dengan kosong. Akupun bertanya, ‘ada apa?’ tapi kamu tidak menjawab dan hanya tersenyum
Lalu…
Kamu pergi. Aku berusaha untuk mengejarmu… meneriakkan namamu berkali-kali. Tapi kamu… entah dimana!
Did u finally find me?
Yeps. Kamu sedang duduk bersila… dengan gitar di tangan dan kamu memainkan gitar itu. Kamu terus menggumam dengan bahasa ikan seperti biasanya. Dan… terciptalah satu lagu dengan nada-nada indah. Begitu kamu sadar kalau ada aku disana… kamu hanya mendangak dan kembali memberiku senyum!
And…
Aku terbangun! Sucks… di saat itu juga, aku benar-benar terpikirkan kamu. Selalu berdoa semoga kamu tidak apa-apa.
Mmm… sebenernya… aku tidak tidak apa-apa. Apa yang kamu tangkap dari mimpimu itu?
Ya… sekarang aku bisa mengambil benang merahnya. Bahwasanya mimpiku berkata benar. Kamu membutuhkan aku. Care enough to tell me now?
[Cerita demi cerita mengalir dari mulutmu. Dengan suaramu yang begitu indah didengar. Dengan nada bicara yang tidak memberi tanda apa-apa kalau kamu sedang ada masalah. Ada apa sebenarnya?]
Please… jaga badan baik-baik!
Iya… aku tau! Kenapa aku merasa sakit setiap malam? Karena… lever ini mengganggu. Rasa sakit semakin menusuk. Aku seringkali merasa tidak kuat lagi! Aku takut mati… aku takut menghadapNya dengan aku yang masih berlumuran dosa ini. Aku hanya menanti waktu sampai lever ini pecah!
…
Aku tau Dia Maha Adil. Tapi…
Apa?
Aku tidak merasakan keadilan itu
Kenapa kamu berkata seperti itu?
Karena… dari semua cerita yang baru saja aku keluarkan di hadapanmu, apa aku terlihat bersalah?
…
Aku… anak baik-baik. Jauh dari drugs. Bukan penganut free-sex. Tidak suka clubbing dan dunia malam. Selalu mencoba menjadi penengah dalam keluarga. Mencoba membantu banyak orang, termasuk kamu sendiri. Aku salah?
Mmm…
Sekarang kamu lihat di luar sana. Banyak orang yang nakal dalam tanda kutip. Selalu melanggar perintahNya… mereka hidup berkecukupan. Selalu ada di atas dengan gaya hidup yang foya-foya. Tapi aku…
Kamu sudah shalat hari ini?
…
Kamu sudah berapa lama tidak shalat?
Jangan kamu tanya. Aku shalat hanya di hari Jum’at saja. Selebihnya…
…
Aku tidak mau menipuNya. Kalau aku shalat tanpa ada kemauan dari diriku, apa bedanya aku dengan ornag munafik. Aku akan shalat ketika aku mau. Bukan karena kamu yang memintaku
Iya aku tau! Tapi…please! Tumbuhkan rasa mau itu pada dirimu sendiri. aku mau mengakui satu hal. Akupun baru rutin 5 waktu tidak lama dari seminggu ini.
Lalu…
Aku benci kamu dan semua lalu-lalumu itu.
Oke… terus…
Akh… apa bedanya? Mmm… kembali tentang tadi. Jujur, aku merasa lebih tenang. You should try it.
Oke… aku akan usaha. Tapi jangan minta aku berjanji padamu. Please…
I won’t
Hey… aku punya beberapa lagu baru. Mau dengar?
Tentunya… bukankah kita pernah saling berjanji. Kamu akan menyanyikan lagu barumu, di hadapanku. Dan aku pun, akan mendengarkannya
Kamu masih ingat rupanya… tapi… tidak ada gitar. Is it ok?
Fine by me…
[Ia pun menyanyikan beberapa lagu yang walau tanpa iringan gitar, tetap terdengar indah dan membuatku tersipu]
Suara kamu itu… berjuta-juta nilainya! Kamu harus coba lagi!
Seandainya semudah itu. Tapi… bagaimana menurutmu? Bagus… atau… aneh… jelek?
Bagus!
Benar?
Iya… lirik yang lugas ditambah suaramu itu. Semua orang akan jatuh cinta [termasuk aku]
Terima kasih… sangat berarti untukku
…
Hey…
Ya…
terima kasih untuk waktumu hari ini. Kamu selalu ada untukku.
Boleh aku minta kamu berjanji sesuatu padaku?
Apa?
Ceritakan semua hal yang terjadi padamu, mulai detik ini. Jangan kamu beri aku badai dalam waktu sekejap.
Iya… aku tau. Tidak seharusnya aku memberikanmu berpuluh-puluh fakta seperti tadi. Entah apa yang membuatku mengatakan ini semua padamu. Mungkin karena hanya kamu yang aku percaya. Tidak ada satu orang pun yang aku ceritakan. Hanya kamu. Jadi…
…
Kalau satu saat aku mati. Kamu yang membawa semua kisah hidupku
…
…
Posted at 3:29:18 pm by sittabebek